Alasan “Dad Shoes” Kembali Tren

Fesyen, tren, dan gaya penampilan tidaklah tetap. Semua berubah dengan cepat.

Ada hal yang dulu biasa, lalu ditinggalkan karena ada tren baru, namun menjadi hype di kemudian hari.

Salah satunya adalah dad shoes atau sepatu dengan tampilan mirip sepatu ayah yang tampak tebal dan berat.
Sejak 2017 lalu, dad shoes kembali booming dan menjadi salah satu barang paling diburu, termasuk oleh para pesohor.

Padahal, dikutip dari The Independent, memakai sepatu ini pada dua dekade dulu mungkin dianggap ‘konyol’ karena sama sekali tidak keren.

Namun, waktu berlalu, kini dad shoes pun unjuk gigi.  Sebut saja para model papan atas seperti Bella Hadid, Kendal Jenner, Kaia Gerber, Kim Kardashian hingga Hailey Baldwin—semuanya tak canggung mengenakan sepatu dengan tipe bersol tebal tersebut.

Lalu, apa yang melatari dad shoes kini kembali memiliki tempat teratas bagi para fashion enthusiast?

Seperti kebanyakan, tren dad shoes dimulai dari peragaan busana, di mana semua fesyen 90’an dianggap kembali eksis dan masuk perhitungan.

Sebut saja sneaker Balenciaga ‘Triple-S’—yang menurut StyleBop merupakan barang dengan penjualan tercepat pada tahun 2017.

Kemudian Yeezy Runner milik Kanye West dan sepatu sneaker Louis Vuitton, yang acap kali menjadi alas kaki pada peragaan busana belakangan ini.

Menurut seorang pakar sepatu, Elizabeth Semmelhack, kenaikan tren dad shoes dimulai dari rilis ulang Adidas Stan Smith pada tahun 2014. “Jujur saja, apa kelebihan dari dad shoe dibanding Stan Smith? Maksud saya, ayah saya (juga) memakainya,” ungkap Semmelhack yang juga seorang sejarawan sepatu dan kurator senior dari Toronto’s Bata Shoe Museum kepada Cosmopolitan.

Dia melanjutkan, meskipun dad shoes hidup kembali dalam mode, dan tidak lagi dianggap sepatu milik ayah, saat kembali beberapa tahun lalu dad shoe memiliki sisi ‘ketajaman’ itu sendiri.

Semmelhack menambahkan, sekali pun nyaman digunakan, tidak ada yang benar-benar memakainya karena alasan praktis.

Sebaliknya, dad shoes dianggap sebagai salah satu penyeimbang dari pilihan busana ‘serius’, serta cara seseorang membuat fashion statement. Menurut Semmelhack, mayoritas orang memakainya dengan cara ‘ironis’.

“Mereka berpenampilan super modis, namun memadukannya engan sepatu yang nampak ‘kikuk’ ini untuk membuat perbandingan dan kontras dari pilihan fesyen yang super modis,” ujar Semmelhack.

Kendati demikian, tak semua orang mau menggunakan sneaker ini dan mengekspresikan di media sosial.

Menurut mereka, tren tersebut muncul karena desainer di balik label dad shoes tersebut adalah nama besar, seperti Balenciaga hingga Kanye West.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*