Faktor-faktor penyebab perubahan performa burung

 

Pertama, perawatan selama persiapan apakah sudah benar. Sebab, burung yang biasa dikerodong selama 3 hari sebelum lomba, akan beda performanya ketika cara itu tidak diterapkan. Juga, ada burung tertentu yang “haram” dibawa ke arena lomba sebelum jam tanding dimulai. Artinya, didatangkan ke lokasi lomba, ya ketika jam tanding. Banyak burung yang sudah loyo ketika digantang karena sudah terforsir bunyi di lokasi lomba selama menunggu jam tanding tiba.

Ada juga burung yang terbiasa harus disemprot air sedikit sebelum dilombakan. Kalau hal ini kelupaan, ya tentunya performanya tidak akan bagus. Dan masih banyak lagi kebiasaan lain yang harus diperhatikan dan diterapkan.

 

Kedua, apakah burung itu dipastikan tidak kena doping sebelumnya, sehingga dia tetap tampil konsisten selama tidak masuk masa mabung?

 

Ketiga, itu bisa berkaitan dengan situasi rumah. Misalnya, apakah dipastikan bahwa di tempat baru tidak ada burung fighter lain yang membuat performa harian burung tersebut memburuk tanpa kita ketahui/sadari.

 

Keempat, kondisi fisik dan mental (bisa jadi burung sudah memasuki masa mau mabung, dan atau kondisi tidak fit lainnya).

 

Arti dari semua itu adalah, meski kita memberi pakan dan pola rawatan mandi jemur sama, perilaku burung bisa berubah jika ada satu saja variable lain yang berubah.

 

Oleh karena itu, untuk membandingkan performa burung dulu dan sekarang, harus dilihat pada banyak faktor atau variable. Bukan hanya masalah pakan dan sebagainya secara sepotong-sepotong.

 

Semoga postingan ini bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*