Wow “Pot Meets Pop” Merek Denim Bandung yang Wakili Indonesia ke AS

Salah satu dari lima merek lokal yang dipilih Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) untuk mewakili Indonesia dalam pameran Agenda 2018 di Long Beach, California, pekan lalu adalah Pop Meets Pop (PMP). PMP adalah brand denim asal Bandung yang sudah ada sejak tahun 2009. Perusahaan yang berawal dari hobi dan ketertarikan dengan dunia fesyen tersebut, kini sudah mulai menjejakkan kaki hingga ke pasar global. “Local denim brand awal tahun 2009, awalnya product range kita full denim, tapi seiiring berjalannya waktu product range kita makin membesar dan banyak juga produk selain jins.” Demikian dikatakan co founder/owner PMP Hendry Sasmitapura. Henhen, demikian Hendry biasa disapa, sempat mengungkapkan pandangannya saat penutupan pameran Agenda 2018 di Long Beach tersebut.

Menurut dia, di hari pertama dari tiga hari rangkaian acara, PMP cukup banyak mendapat atensi dari potential buyer mancanegara yang singgah di lapaknya. “Ya, meskipun kita tahu di hari kedua memang agak sepi, dan di hari ketiga memang khusus untuk konsumen ya,” sebut Henhen.

Kedati demikian, Henhen memandang, dalam perkembangan bisnis yang ada saat ini, memang jarang sekali ada kesepakatan yang langsung dicapai dalam 1-2 hari acara pameran. “Ya, kami dapat cukup banyak potential buyer yang masih harus di-follow up, bagaimana ke depannya, salah satunya Urban Outfitters juga,” sebut Henhen. Urban Outfitters adalah jaringan retail fesyen AS yang juga sempat mendatangi dua lapak perwakilan Indonesia di ajang itu. Selain PMP, Urban Outfitter pun sempat menengok karya patchwork denim dari merek Elhaus.

Lebih jauh, Henhen berharap, kelima brand yang berangkat ke Long Beach pada pekan lalu, bisa menjadi ujung tombak bagi merek Indonesia untuk merambah ke pasar global.

Capaian tertinggi

Menanggapi prestasi yang ditorehkan PMP hingga mampu menyisihkan 121 peserta seleksi Bekraf untuk berangkat ke AS, Marketing Director PMP Barry Arief Wijaya mengungkapkan pandangannya. Menurut Barry dalam percakapannya, keberangkatan ke Long Beach merupakan pencapaian tertinggi PMP selama ini.

“Yang kemarin kita bawa ke Long Beach itu untuk tahun depan, untuk spring/summer 2019,” kata dia.

Produk unggulan PMP menurut Barry, tetap pada variasi denim, meskipun kini sudah banyak produk kaus, hoodie, dan juga kemeja. “Awal tahun ini, kita sempat launch product kolaborasi kita dengan brand asal KL Against Lab di isetan-The Japan Store, Malaysia.” “Tapi tentu, pencapaian terbesar kami bisa ikutan Agenda Show di Long Beach,” tegas Barry. Acara Agenda Show 2018 sudah berlalu sejak akhir pekan lalu. Di penghujung acara, Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak yang memimpin rombongan tersebut pun menyampaikan pandangannya.

Menurut Joshua, potential buyer yang muncul dan didapat kelima brand Indonesia di ajang ini, harus ditindaklanjuti, agar bisa terkonversi menjadi kerjasama. “Kita akan lihat, kita akan evaluasi sejauh mana hal ini berjalan. Memang sangat jarang ada deal yang bisa langsung didapat saat itu juga, jadi kita masih harus follow up,” sebut dia. Di sisi lain, kehadiran Indonesia di ajang ini bisa menjadi langkah awal untuk menunjukkan eksistensi Indonesia ke pasar global, sekaligus membuka jalan untuk mencapai sasaran tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*